Waktu, Beserta Keahlian Metamorfosis-nya

Nevime Okt 12, 2020

Tentu saja, tulisan ini didedikasikan untuk kekasihku, Vivi.

Berbicara tentang waktu, hal yang setiap harinya akan selalu sama bagi semua orang. 24 jam lamanya. Entah sedang berada di Indonesia maupun dataran rumput yang begitu luas di Mongolia.

Bersama kamu, membuat waktu menjadi begitu tergesa-gesa. Seperti ia akan bergegas untuk segera menyelesaikan sebuah ujian kelulusan di masa akhir semesternya. Ia tidak peduli dengan perasaan yang begitu sangat bahagia yang saat ini kurasakan. Ia tidak peduli dengan momentum menyenangkan yang sedang kita lakukan saat ini. Waktu dan kita, pada akhirnya memiliki satu kesamaan statis, yaitu sama-sama untuk terus menjadi egois.

Sebaliknya, ketika berjauhan denganmu, waktu seolah sedang menunggu datangnya sebuah hal. Ia menjadi terlihat sangat jauh. Seperti jarak menuju ke Galaksi Andromeda, 2.5 juta tahun cahaya sepertinya akan menjadi waktu yang begitu menyiksa. Terus melaju hingga lama-lama rasa penantian ini sedikit demi sedikit berkurang. Lelah memanglah hal yang lumrah, tetapi hal itu tidak memiliki porsi untuk menghentikan perjalanan ini. Ditambah, cahaya ujung itu memanglah sangat bersinar, berwarna-warni dengan corak yang akan selalu dirindukan. Karena hal ini, cahaya lain terlihat seperti sebuah nyala pada senter di siang hari yang begitu terik oleh kilauan cahaya Matahari.

Kesalahan terbesar ketika sedang bertemu dengan waktu ialah berkurangnya rasa sabar. Karena hal ini, kehilangan akan menjadi hal yang akan menunggumu dengan begitu santainya kelak. Ia akan membuatmu begitu merasa kosong, merasa kesepian, hingga kamu akan menyesali segala hal bodoh yang pernah kamu lakukan. Ketika saat itu tiba, rasa penyesalan akan terus menjadi teman terbaikmu, ia mulai mengingatkanmu akan hal-hal menakjubkan yang tidak akan kamu dapatkan di hari-harimu selanjutnya. Kehilangan akan menjadi sebuah hal baru yang akan terus ingin bersemayam di pundakmu. Hingga kamu tidak menyadarinya bahwa waktu sudah ada di sana sejak lama. Ia menjadi pengingat, sekaligus rasa sakit baru untukmu.

Untungnya Tuhan menciptakan cinta. Perasaan yang akan memiliki berbagai macam sudut penggambaran berbeda di tiap manusia yang pernah merasakannya. Perasaan yang akan selalu akan menjadi penyelamat meskipun di kala waktu sedang menjadi iblis versi sempurnanya. Perasaan yang akan selalu menghibur walaupun keadaan sedang berada di fase yang paling menyebalkan.

Pada akhirnya, cinta akan selalu menyembuhkanmu. Dan kali ini, waktu akan menjadi teman terbaikmu, sahabat yang akan kamu banggakan dan selalu kamu tunggu. Kapanpun dan di manapun.

Tak lupa, terima kasihku untuk Vivi. Karenanya, aku sedikit banyak memiliki kemampuan untuk mengkombinasikan cinta beserta waktu yang kumiliki agar kelak, aku bisa selalu bersamanya. Aku sayang kamu ❤️

Royyan Wijaya

Tidurnya siang.

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.