Menunggu hujan sama halnya seperti menunggu air hujan

EIYTI_5XkAMySPW.jpg
Photo by Ajiwandi

Sekitar pukul pagi, saat itu aku sedang tertidur. Terdengar bunyi smartphoneku. Eh bukan terdengar deng, melainkan bergetar, karena aku mensilent hpku sepanjang waktu. Bukan apa-apa, melainkan karena notif dari grup teman-teman jahanamku pasti sangat berisik. Tapi akhir-akhir ini sering sunyi. Mungkin karena pada sibuk mendiamkan diri. Oiya, kala itu hpku bergetar ketika pagi tak lain karena pacarku yg sangat cantik Vivi menelponku, membangunkanku, kangen katanya. Akupun begitu, tapi aku juga mengantuk, alhasil akupun tertidur lagi.

Sekitar pukul 11 pagi, aku terbangun, Melihat ke luar pintu dan melihat lantai yg basah, langsung saja dalam hati “Alhamdulillah, hujan juga kamu ya”. Tapi tetap aku tidak menyaksikannya secara langsung. Tapi aku yakin nanti suatu saat akan melihatnya langsung bahkan bisa menadahkan tanganku di antara air-air yg jatuh tersebut. Menungguinya seharian dan hujannya gak turun lagi, omaigat.

 
1
Kudos
 
1
Kudos

Now read this

Bagaimana rasanya memiliki wajah seperti ayam geprek, tetapi pacarmu sangat cantik sekali

Bagaikan langit, di sore hari. Berwarna biru, sebiru hatiquh. Aaa kya. Kalimat sebelumnya merupakan salah satu dari sekian banyak kalimat yg dipakai untuk mengungkapkan rasa suka atau kegemasan terhadap sesuatu. Salah satunya adalah... Continue →