Ide Yang Tidak Akan Pernah Habis Katanya

Monolegend Agt 19, 2020

Mereka bilang ide bisa membawamu menuju kemanapun yang kamu mau. Tetapi ide yang mana?

Apakah ide untuk membuat jalur transportasi antar galaksi? O tentu saja hal tersebut sepertinya belum lah bisa diaplikasikan untuk saat ini. Tapi, siapa yang tau ternyata hal tersebut sudah ada dan kita saja lah yang belum mengetahuinya(?)

Pernahkah kamu mendedikasikan waktumu hanya untuk memikirkan sebuah ide? Seperti, setiap 15 menit ketika jam 7 pagi dalam setiap harinya, hidupmu dikhususkan untuk memikirkan ide apa yang bisa dieksekusi sesegera mungkin dan menghasilkan dampak yang berarti untukmu. Entah dari segi finansialan, rohani, atau kepuasan batin. Kalo kata mbah Walt Disney:

Kalo kamu bisa membayangkannya, kamu bisa mewujudkannya

Saya setuju dengan hal ini. Sempat terpikir tentang gambaran alien yang sudah kita temui selama ini. Sebuah mahluk yang digambarkan dengan kepala botak, mata lebar, wajah lonjong dan memiliki tubuh yang tinggi kurus. Bagaimana bisa manusia menggambarkan wajah dan perawakan alien yang seperti itu? Siapa yang pertama kali memberikan ilustrasi tentang alien tersebut? Apakah memang benar ada referensi yang sebenarnya? Atau memang sebuah karangan manusia? Gatau ah, terlalu banyak tanya nanti malah ditanyain balik.


Kehabisan Ide

"Wah, kepalaku sudah mau terbakar rasanya. Deadline sudah melambai-lambai di atas maskara seharga 200 ribu ini. Tentu saja dengan cashback 30% maksimal 20 ribu."

Kalimat di atas hanyalah contoh saja. Tolong jangan tersinggung ya para SJW. Lain kali, saya akan menuliskan kisah sendiri untuk kalian.

Siapa di sini yang sering bingung mencari ide? Kemudian memaksakan untuk mencarinya dengan berbagai macam cara. Ada yang ditinggal tidur dulu, ada yang disambi liat postingan sosial media masing-masing dan ada mungkin ada juga yang mencari ide dengan cara memalak ide dari orang lain (?). Tak dipungkiri, berbagai macam hal yang coba ingin dilakukan untuk menuju nirwana tertinggi bernama "Ide brilian alam semesta" terkadang malah melupakan tujuan awal tersebut. Dari yang tadinya mencari ide dengan mencari informasi di internet justru berakhir dengan menonton iklan GoDaddy di youtube. Kasian kamu jadi target iklan hehe.

Melihat-lihat Pinterest dan mengumpulkan berbagai informasi dalam satu board kemudian bunyi notifikasi di layar smartphone kamu muncul. Menandakan agar kamu segera melupakan tujuanmu untuk mencari ide dan segera menuju ke hal selanjutnya yang mungkin tidaklah kamu butuhkan untuk saat ini. Dan terjadilah siklus pengulangan penyesalan umat manusia tetapi enak untuk dinikmati.

Berhenti Sejenak

Ada temanku namanya Irsyad, pernah ku bertanya padanya bagaimana ia mengerjakan pekerjaannya sehari-hari dan ketika ada hal lain yang mengganggunya saat itu. Dan dengan bangga ia menjawab,

"Ohh kalo aku setiap mengerjakan sesuatu, pasti ada hal lain yang menggangguku. Dan aku menikmati gangguan tersebut. Entah itu bikin mie, memberi makan kura-kura—hingga menghabiskan waktu berjam-jam menonton Drakor."

Seketika aku pun tersadar dan ingin mencobanya di kehidupanku sehari-hari. Satu dua hari mencoba menerapkan kemalasan versi light ini membuatku merasa nyaman juga. Dan membuatku lebih produktif karena sesuatu yang mengalir begitu saja ternyata menyenangkan. Tidak memaksakan Neuron yang ada di dalam kepalaku berlari dengan kecepatan maksimal setiap detiknya. Biarkan mereka istirahat sejenak. Menikmati keindahan saraf yang saling terhubung dan juga darah yang mengalir di dalam otak. Ah, indahnya kehidupan di dalam tempurung kepala manusia.

Kembali Dengan Kekuatan Super

Wahh, setelah mengistirahatkan berbagai macam isi kepala. Kini aku siap untuk kembali mengguncang dunia. Hal pertama yang kulakukan tentu saja memainkan kedua jempolku untuk men-scroll timeline sosial media. Setelah itu aku merasa mengantuk. Ini saatnya tidur dan nanti lanjut lagi memikirkan apa yang akan kukerjakan kemudian.

Ya kali, sudah enak-enak di mode santai masa harus dibakar lagi. Sudah seperti membuka 100 tabs  di Google Chrome saja.


Ide memanglah sebuah hal yang sangat istimewa. Tetapi ada hal yang lebih superior daripada ide. Hal itu disebut dengan eksekusi/praktek/ndang gawe en blok. Untuk apa memiliki 1001 ide kalau sudah ada 1001 tafsir mimpi (?). Maaf maksud saya untuk apa punya banyak ide tetapi hanya tersimpan di catatan harian dan nantinya akan lupa dengan kisah cinta yang menyedihkan. Jadi, apapun ide yang kalian miliki saat ini, sebaiknya segera lakukan. Boleh dicicil dengan tenor selamanya. Toh, tidak ada hal yang sempurna, segala hal selalu membutuhkan yang namanya peningkatan di setiap waktunya. Kecuali kalau kamu memang ingin begitu. Bakteri saja berkembang, kenapa kamu harus ikutan?

Royyan Wijaya

Tidurnya siang.

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.