Hari di mana aku merasa berguna

photo_2019-08-29_17-19-01.jpg
Dari kiri ke kanan: Allan, Yahya, Fendy, saya, Aan, Steven, dan Pak Rudi.

Hari itu adalah kemarin lusa, tanggal 28 Agustus 2019. Hari ketika aku bertemu dengan teman-temanku di Jakarta. Kebetulan kami bekerja di perusahaan yg sama. Yaitu di Nubela, perusahaan data yg akan kuceritakan lebih detail nanti di judul lain. Kembali ke kisahku, nah kami ada sekitar 7 orang di dalam tim dev, tim yg berisikan Programmer dan Designer ini tergolong tim kecil, tapi memiliki dampak yg besar. Salah satu dampak besar yg kami lakukan adalah menghabiskan makanan yg sudah kami pesan di restoran Shaburi yg berada di dalam Mall of Indonesia. Nah, karena kebetulan sistem mereka ini adalah all you can eat. Jadi, sebanyak apapun makanan yg kami makan, pasti akan ada makanan baru lain di sana, alias gak abis-abis sampe tutup. Setidaknya, kami pun tidak menyerah secepat itu. Sekitar 2-3 jam waktu yg kami habiskan di dalam restoran Jepang tersebut. Setelahnya, kami pun berbincang-bincang, sembari bertukar jokes yg ternyata hal ini tidak terasa sudah otomatis kami pahami ketika awal bertemu.

Perlu diketahui, kami bertujuh bertemu bukan karena takdir, melainkan karena seorang yg bernama Steven, Steven Goh. Steven merupakan pimpinan kami, ia adalah founder dan CEO dari Nubela. Perusahaan yg saat ini kami fokus untuk mengerjakan segala macam produknya.

Memang kuakui, Steven salah satu orang yg menginspirasiku untuk menulis dan membuat blog ini. Awalnya memang, ku gak pernah betah untuk membaca blog perusahaan lama-lama. Tapi ini beda dengan blog yg ditulis oleh Steven. The Lazy CEO. Ketika pertama kali membacanya, aku sempat skeptis dan langsung menjudge, “Ah palingan sama aja kek blog perusahaan yg lain, yg terkesan kaku dan membosankan”. Tapi, nyatanya tidak, justru aku semakin ketagihan untuk membacanya lagi dan lagi. Cerita-cerita yg dibawakan Steven di sana memang terkesan jauh dari sebuah blog perusahaan. Bahasanya tegas, tidak peduli dengan label CEO yg dibawanya, yg mana rata-rata akan menjaga apa yg mereka sampaikan seperti apa yg publik inginkan.

Bohong namanya kalo ku tidak grogi ketika bertemu dengan Steven untuk pertama kalinya. Dan rasa antusias juga mengikuti dengan berat dan kecepatan yg kurang lebih sama. Ketika mengobrol dengan Steven, kepalaku seperti sedang berada di tengah-tengah bursa saham. Lalu, bibir dan kemampuan bahasa inggrisku seperti kumpulan playgroup harapan bunda yg sedang belajar mengeja huruf bersama-sama. Terlalu rumit untuk dijelaskan, yg pasti kala itu, aku ingin sekali mengucapkan banyak hal kepadanya. Tapi kemampuan bahasaku tidak mampu melakukannya. Dan saat itu ku merasa berguna, bukan karena ku bisa melakukan suatu hal, tapi karena penjelasan dari Steven mengenai “Trust dan Respect”. tersadarlah sebagian besar diriku yg sudah separuh prasasti ini. Alhasil cuman menjadi muka cengengesan dengan sedikit gigi kering di sana.

Selain rasa terima kasih yg teramat besar di sana. Hal lain yg ingin kusampaikan adalah dia inspirasiku dalam menuliskan sebuah cerita yg kualami dan mengabadikannya di internet. Oiya, ada hal lain juga yg ingin kusampaikan selain kedua hal di atas yg bisa menjadi berbagai macam cabang kalau dijelaskan secara mendetail. Hal tersebut adalah sifat sungkan alamiku yg sudah kumiliki jauh di dalam DNA tubuhku. Sifat ini terdengar sedikit sopan dan sedikit mengganggu. Sopan karena ada semacam benang menghormati orang lain di sana. Dan mengganggu karena ada sebuah penghambat progres bagi orang lain di sana.

Demikian apa yg kutuliskan di sini, semoga kalian tidak paham dengan apa yg kusampaikan. Ya buat apa tulisanku mudah dipahami kalo ternyata sampai sekarang pun kalian masih belom tau gimana dan kapan Lactobacillus Casei Shirota akan menjadi sebuah pupuk urea.

Dapatkan bacotan yg lebih rutin dari bensin kendaraan kamu

atau

Kirimkan sebuah pesan, untuk subjek, isi saja semau kamu

 
0
Kudos
 
0
Kudos

Now read this

Bagaimana rasanya memiliki wajah seperti ayam geprek, tetapi pacarmu sangat cantik sekali

Bagaikan langit, di sore hari. Berwarna biru, sebiru hatiquh. Aaa kya. Kalimat sebelumnya merupakan salah satu dari sekian banyak kalimat yg dipakai untuk mengungkapkan rasa suka atau kegemasan terhadap sesuatu. Salah satunya adalah... Continue →