Hari pertama-Menjelaskan Kepribadian Diri

30 Days Writing Challenge Sep 13, 2020

Penjelasan yang berada di antara susah dan gampang namun, menulisnya merupakan hal yang memiliki tingat keasikkan tersendiri.

Sekitar tiga hari yang lalu, ketika sedang asik menjelajahi Twitter. Scroll timeline dengan santainya, merefreshnya lagi dan kemudian saya melihat sebuah postingan dari mbak Andina Dwifatma yang berisi ajakan untuk menulis selama 30 hari berturut-turut. Maka dari itu, inilah saatnya. Semoga bisa konsisten, ya setidaknya seminggu penuh. Itu keyakinan dan ekspektasiku, tidak tahu nanti bagaimana, nikmati saja prosesnya dan mari memulai.

Berdasarkan hasil tes terakhir yang saya lakukan di suatu platform penentu kepribadian, tepatnya 9 Juli 2020. ENFJ merupakan hasil yang saya dapat. Padahal sebelumnya ketika beru pertama lulus sekolah, INTJ merupakan kepribadian yang saya bawa kemana-mana ketika orang bertanya tentang hal yang serupa.

Screenshot
Hasil yang saya dapat kala itu.

Sebenarnya, saya tidak tahu pasti kepribadian ENFJ maupun INTJ yang pernah saya dapatkan. Karena sejujurnya setiap orang bertanya tentang detail hal tersebut. Saya langsung saja menyuruhnya untuk mencari di Google. Karena saya sendiri pun malas untuk mencari tahu tentang kepribadian saya secara mendetail.

Tetapi, kalau saya disuruh menjelaskan "orang seperti apa" saya ini. Tentu saya bisa dengan mudah menceritakannya. Berdasarkan apa yang saya sendiri alami.

Saya merupakan orang yang tidak suka dengan hal ribet, terlebih hal itu berhubungan dengan sesuatu yang dinamakan bongkar-membongkar. Semua teman yang saya punya dan pacar saya Vivi pun setuju akan hal ini. Saya serasa memiliki tangan kutukan ketika berhubungan dengan membongkar sebuah barang. Seperti ketika saya membongkar keyboard ataupun mau mengganti RAM pada laptop saya. Sudah menonton tutorial di Youtube, sudah melihat artikel di Internet. Dan hasilnya tetap saja ketika terpasang kembali, tidak ada satupun yang bekerja dengan normal. Teman yang saya maksud di sini adalah sekumpulan orang yang saya ajak berinteraksi setiap harinya di grup Telegram. Totalnya ada 6 orang, yang aktif 4, sisanya cuman jadi pendiam yang aktif memarkirkan akunnya di dalam grup.

Saya juga tipe orang yang ceroboh. Semisal seperti ini, ketika saya berjalan, saya seringkali tersandung oleh apa yang saya lewati kala itu. Entah itu kaleng obat nyamuk maupun toples kerupuk. Alhasil orang di rumah selalu mengomeli saya tentang hal itu. Di sisi lain, karena kecerobohan saya, saya pernah menghilangkan sepeda motor saya sendiri saat jaman kuliah. Saat itu, saya sedang berada di warnet yang sebenarnya saya lupa mencabut kunci motor saya sendiri. Ketika keluar, motor saya hilang beserta STNKnya yang ada di dalam jok waktu itu. Ohh, gobloknya masa muda.

Saat itu, saya juga orang yang plan-plin. Saya gampang terpengaruh kemana arus membawanya. Karena pada waktu itu, ketika saya kuliah. Tentu saja, alih-alih saya lulus dengan predikat cumlaude. Yang ada saya malah mondar mandir tidak jelas. Dari awal masuk ke jurusan Teknik Informatika yang saya kira itu adalah jurusan Desain Grafis, saya di sana selama 3 semester. Kemudian mutasi ke jurusan Ekonomi/Manajemen yang karena kala itu, beberapa teman saya berpindah kesana karena dirasa di Teknik Informatika, kepusingan merupakan hal yang konsisten datang setiap hari. Lalu, ikutlah saya kesana. Kuliah sekitar 3 bulan di jurusan Ekonomi/Manajemen, saya pun tidak betah. Merasa tempat ini bukan untuk saya. Karena kebetulan teman-teman Ekonomi saya waktu itu. Banyak yang gaya hidupnya tidak sesuai dengan saya. Terlebih saya juga susah untuk memulai percakapan yang relate dengan mereka. Saya menganggap mereka semua seperti robot saat itu. Akhirnya saya pun kembali ke bagian registrasi untuk bisa memasukkan saya kembali ke Teknik Informatika. Kata ibu adminnya, saya bisa kembali kesana, tetapi saya harus mengulang lagi di semester 1. Sekali lagi, karena saya tidak suka hal yang ribet. Maka saya putuskan untuk dropout saja dari kampus saat itu dan fokus untuk bekerja sebagai tukang cuci mobil di sebuah perusahaan.

Untungnya, saya sekarang sudah mulai bisa mengurangi sikap plin-plan yang saya miliki. Terlebih di bagian "gampang terbawa arus". Bagian ini hampir sepenuhnya tertelan oleh sikap "anti ribet" yang saya miliki. Dan kini sepertinya, sikap bodo amat yang saya miliki sudah naik. Memiliki persentase 80% sikap yang ada di dalam diri.

Selanjutnya, saya juga seorang yang penyabar apabila itu berhubungan dengan hal yang saya sukai. Seperti, ketika saya sedang belajar menggambar atau membuat sebuah karya desain yang nantinya akan saya upload di portfolio online saya. Saya bisa dengan sangat sabar untuk mengerjakannya. Meneliti ulang sebelum hal tersebut mengudara di Internet. Sebaliknya, ketika berhubungan dengan hal yang di luar desain. Seringnya saya sangat tidak sabar dan ingin segera menyelesaikannya. Seperti, ketika saya berbelanja suatu barang ataupun pergi ke sebuah mall. Saya akan langsung menuju ke tempat yang saya tuju sedari awal dan segera meninggalkannya secepat mungkin setelah hal itu selesai. Pacar saya Vivi, sering kali mengomel mengenai hal ini, terlebih ketika saya menemaninya belanja dengan wajah yang terlihat lelah dan tidak sedang dalam mood yang baik-baik saja.

Saya juga orang yang percaya diri. Terlebih jika hal tersebut berbicara tentang kemampuan yang saya miliki. Saya bisa menulisnya dengan kalimat yang sangat panjang sekali tentang hal tersebut. Dan juga, ketekunan merupakan salah satu hal yang saya banggakan juga. Memulai sesuatu dari 0 hingga saya memahami dengan apa yang saya mulai.

Proses memang sangat menyenangkan, tetapi ia tetap memiliki sisi menyebalkan juga di dalamnya. Maka dari itu, menikmatinya merupakan salah satu hal yang istimewa dan membuat tersenyum di kemudian hari dan berkata "Ahh, akhirnya aku berhasil juga".

Tidak terasa sudah 800 kata lebih yang saya tuliskan. Dan itu belum mengcover seluruh kepribadian yang saya miliki. Tapi hal-hal yang saya jelaskan di atas merupakan kepribadian dengan porsi sangat besar yang membentuk saya hari ini. Saya yang saat ini sangat percaya kalau tidur siang merupakan salah satu keajaiban dunia yang dapat menyelamatkan isi kepala dari penuhnya aktifitas beberapa jam sebelumnya. Dan ketika bangun, rasanya ingin untuk segera menaklukkan dunia, uwoow. Gak deng, yang benar ketika bangun, rasanya ingin tidur lagi aja saat itu.

Royyan Wijaya

Tidurnya siang.

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.