Dari sana

photo-1512238701577-f182d9ef8af7.jpg

Sebuah pesan singkat kepada kekasihku, aku mau bilang bahwa,

Malam ini, bulan sedang bergerak menuju barat, semoga dia menyapa kamu.
Tapi tenang saja, aku lebih cepat dalam hal itu.
Seperti yg kamu tau, aku selalu terdepan, memberi kabar, membuka obrolan, hingga memasak lauk yg akan kita makan.
Hey, kamu lupa? Aku pernah menggorengnya sekali waktu itu di rumahmu, kamu yg cuman tersenyum dan ketawa dengan tingkahku kala itu.

Sekarang, kamu udah ingat bukan? Sama-sama sayangku, memang tugasku untuk mengingatkan, juga menyayangimu.
Membuatmu tersenyum merupakan hal yg wajib bagiku, kalo kata orang arab, Fardlu Ain namanya.
Mengenai senyum, aku tau, sejak paragraf tentang lauk, kamu sudah tersenyum sedikit, lalu sekarang tersenyum lagi karena kuingatkan.
Tidak apa, aku senang mendengarnya, aku bukan peramal, atau bahkan dukun.

Karena mudah sekali mengetahui apa yg sedang kamu rasakan saat ini, atau lusa atau nanti ketika kita berdua bergandengan tangan di antara orang-orang yg tidak bergandengan tangan.
Aku memahami betul apa yg ada dan terletak di dalam kamu.
Mulai dari kamu yg sangat cantik, bening seperti kristal, ecie aku bukan menggombal loh ini, sesuatu hal yg nyata memang harus diungkapkan.
Aku juga paham ketika kamu sedih ataupun mood kamu sedang menurun, seperti jurang, setinggi air terjun di Venezuela sana.
Dan aku pun juga paham kenapa kamu bisa senang, sedikit berbungah.
Tentu saja, tak lain dan tak bukan karena sebuah dana, bukan nama aplikasi, melainkan uang yg masuk ke rekening kamu.
Dan aku juga tau kamu sekarang tertawa.
Ah! aku terlalu banyak tau, nanti gak seru, tapi itu salah satu keahlianku.

Yauda sayangku, Vivi.
Nyenyaklah dalam tidur kamu, besok pagi jangan lupa bangunkan aku.
Karena kamu tau, aku sangat suka tidur.
Setelah aku bangun, kita nanti mengobrol lagi, sapa tau nanti ada rejeki, jadi aku bisa menemui kamu.
Tapi, sebenarnya aku juga tau, ketika kamu baca tulisan ini, kamu udah bangun dari tidurmu yg mana berarti tulisan ini tulisan kemaren.
Gak basi kok, karena aku nulisnya dengan hati yg santuy, lalu kumasukkan ke dalam freezer, awet deh, hehe.

Doakan saja ya, semoga umur kita panjang, banyak rejeki dan selalu bersama-sama.
Terima kasih sudah dan masih sama aku terus.

Aku sayang kamu,
Royyan Wijaya

 
2
Kudos
 
2
Kudos

Now read this

Setelah pergi, nyesek adalah kata yg berada tepat satu level di bawahnya

Hal ini bermula barusan saja, ketika aku kembali ke kota kelahiranku, Surabaya. Tempat di mana aku mengenal dan sangat menyukai rujak cingur. Kenapa aku bisa kembali? Ya, karena aku telah melakukan perjalanan ke ibukota untuk urusan... Continue →