Cinta dan Rasa Bangga Manusia

Nevime Sep 03, 2020

Neneng Vivi Melenia Sari, sengaja aku taruh nama kamu di awal paragraf agar semua orang tau bahwa aku sangat bangga bersama kamu.

Seperti layaknya tatanan Visual pada sebuah desain poster. Menulis juga memiliki hirarkinya tersendiri. Dan sekarang sepertinya kamu sudah menyadarinya kenapa aku menulis nama Vivi di awal tulisan ini. Karena memang tulisan ini dikhususkan untuknya. Dan merupakan hal pertama yang akan terbaca setelah judul yang terdengar singkat.

Sayangku Vivi, September ini menjadi tahun kedua kita sebagai manusia yang menjalin hubungan saling percaya satu sama lain. Berawal dari Twitter dan sekarang kita masih terus bersama. Tiada kata lain selain sangat bangga kamu menjadi kekasihku. Kriteria ini dan itu, ekspektasi ini dan itu, semuanya perlahan menyatu dengan rasa kangen yang ada. Menjadikanku bersyukur setiap harinya karena kamu masih terus bersamaku.

Aku masih ingat rasa deg-degan yang ada padaku kala pertama kali melihatmu. Dan ajaibnya, rasa itu kembali muncul dengan tiba-tiba beberapa hari yang lalu, kamu pun tau. Hal itu bukan semata-mata karena aku ingin mengucapkan kata-kata yang terdengar romantis atau apalah itu. Hal tersebut terjadi karena aku bersama kamu dan sebuah proses, proses yang dari awal kita lalui bersama. Berbagai macam konflik akan selalu ada, tinggal bagaimana kita menyikapinya saja. Belum pernah terlintas sedikit pun di kepalaku untuk membenci kamu, dan tak akan pernah. Bagaimana bisa aku membenci suatu hal yang sangat aku sukai? Kalaupun memang iya, berarti ada yang salah denganku. Dan dengan segera aku harus memperbaiki itu. Syukurlah sampai sejauh ini, hal tersebut terlihat sangat jauh. Lebih jauh dari jarak Bumi menuju ke perbatasan Galaksi Bima Sakti.

Berbicara tentang bulan Maret, bulan di mana kita terakhir kali bertemu sebelum pandemi ini mengganggu. Bulan yang begitu berat karena berbulan-bulan setelahnya aku belum bertemu kamu walau satu kali pun di antara sabtu--dan minggu yang terus diulang oleh kalender masehi berkali-kali. Semoga pandemi ini segera berakhir dan aku bisa menyombongkan diri kepada bulan Maret bahwa aku sudah menemui sosok yang sangat kucintai. Tentu saja aku akan mengejeknya, dengan hiasan foto terbaru kita nantinya.

Kata cinta memiliki berat neraca yang menurutku sama dengan kata bangga. Di dalamnya terdapat banyak rasa senang dan juga perasaan untuk terus memberikan peningkatan yang terbaik terhadapnya. Memang tidak dipungkiri, pertama kali aku menyukai kamu adalah karena kamu begitu sangat cantik. Setelahnya, ternyata ada banyak hal luar biasa di sana yang nantinya akan menjadikanku seseorang yang lebih baik di masa kini. Di sisi lain, bergandengan tangan denganmu ketika berjalan-jalan mengitari sebuah wahana wisata maupun mall merupakan satu di antara hal yang mampu membuatku menjadi seseorang yang sangat bahagia. Tak lupa, menikmati dinginnya Xiboba bersama-sama juga ikut andil dalam aktifitas menyenangkan tersebut. Semoga nanti kita bisa segera bertemu lagi, minggatlah corona.

Akhir-akhir ini aku sudah mulai rajin berolahraga setiap pagi. Meregangkan kedua tangan dan kakiku dengan berjemur di bawah terik matahari jam 9 pagi. Tentu saja agar aku memiliki tubuh yang sehat dan tak lupa nanti agar bisa memeluk kamu dengan sangat erat. Melambaikan tangan dari kejauhan ketika kamu sudah datang di titik penjemputan.

"Sayangku, aku sudah tiba di kota kamu"

Sebuah kalimat sederhana yang ingin diucapkan oleh semua umat yang sedang jatuh cinta dan kebetulan sedang LDR juga. Siapa di sini yang tidak ingin menemui kekasih hatinya? Terlebih setelah berbulan-bulan hanya dengan bertatap muka melalui layar smartphone masing-masing?

2 tahun ini memang patut disyukuri. Tetapi 2020 memang sangatlah menyebalkan, ia berada di tingkat yang berbeda dari rasa kesal yang lain.

Teruntuk Viviku yang sangat cantik,

Semoga kamu tetap bersabar menunggu kedatanganku, jadilah seseorang yang tetap ceria meski dunia sedang ada di versi terburuknya.

Aku tau kamu sedang bersedih, sedang marah, dan sedang tidak baik-baik saja. Tetapi percayalah, mungkin memang saat ini garis yang kita lalui memang diharuskan seperti ini. Apabila saatnya telah tiba, akan kupintal garis tersebut, merangkainya menjadi hiasan terindah yang bernama "Bersamamu". Selamanya, sampai kita berdua menjadi untaian doa bagi anak dan cucu kita nantinya.

Selamat hari perayaan 2 tahun bersama, sayang.

Aku sayang kamu, kekasihmu,
Royyan Wijaya

Royyan Wijaya

Tidurnya siang.

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.