Seminggu bersama kata bahagia

photo-1498673394965-85cb14905c89.jpeg

“KU BAAAAAAHAAAGIAAA, KAU TELAH TERLAHIR DI DUUUUUNIAAAAA”

Diawali dengan lirik lagu dari mbak Maudy Ayunda dengan Perahu Kertasnya, aku pun langsung seketika bersemangat, semua pikiran berat seperti traktor proyek, tulisan rumit pada terms & conditions di social media, pun segera menyingkir dari sudut-sudut yg ada di kepalaku.

Baru saja kemarin, aku pulang ke Surabaya. Kunjungan ke tempat Vivi merupakan salah satu dari sekian hal yg bisa membuatku merasa lega, merasa senang beserta senyum yg tak lepas menghiasi wajahku yg bunder ini.
Seminggu di sana, bisa dikatakan kurang ya kurang terus sih ya, karena yg namanya bahagia juga siapa orang di dunia ini yg gak mau merasakannya? Apalagi secara konsisten terus menerus?
Seperti kebanyakan manusia dewasa pada umumnya, karakter Squidward memang terlihat sangat relate dengan kehidupan yg dijalani saat ini. Sedikit antusiasnya, banyak malesnya. Pun saya juga merasakan hal yg sama, tapi semenjak ada Vivi, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi kangen, kangen terus menerus.

Mungkin banyak atau sebagian dari kalian akan merasa tidak tau apa yg saya tuliskan di sini, pikiran saya terlalu bercampur, seperti mesin cuci yg berputar-putar, seperti air keruh yg dicampur dengan asap dari kendaraan bermotor. Tapi intinya, saya sedang senang, senang sekali kala itu karena menghabiskan seminggu saya bersama orang yg saya cintai, uhuy.

Diawali dengan kedatanganku pada hari sabtu, sore tepatnya kurang tau. Yg pasti, ketika sampai, aku menunggu pacarku yg sedang bekerja, menunggu di Indomaret dekat dengan pelabuhan Merak, Cilegon, Banten.
Waktu itu sekitar pukul berapa ya? 6 atau 5, lupa juga. Yg pasti, kala itu Vivi menjemputku di sana. Seperti biasa “Maleen” sambil memberikan senyum terbaiknya yg kala itu sedang memutar motor honda beatnya dan segera aku pun langsung menemuinya.
Dan seperti biasa juga, aku dibonceng Vivi kala itu, hehe terima kasih sayangkuu.

Sesampainya di rumah, atmosfer yg sama selalu menyambutku. Atmosfer dari Mama dan orang yg ada di rumah yg selalu memberiku perasaan merasa dihargai dan sangat nyaman berada di sana. Perasaan itu akan sangat susah untuk diulangi di tempat lain.
Langsung saja aku membersihkan diri dengan mandi yg sangat segar, meski cuaca di sana sangat panas. Tapi hatiku sedang hangat, bertemu dengan Vivi dan keluarganya. Keluarga yg sangat baik, keluarga yg akan selalu aku rindukan.
Oiya, aku masih ingat juga malam itu kami makan bersama. Seingatku, kami makan ampela dan usus kala itu, dikombinasikan dengan sambel yg terasa sangat nikmat hingga aku nambah porsi nasiku. Vivi juga nambah loh, meski gak sebanyak apa yg aku makan, seenggaknya aku tau, dia juga merasakan kesenangan yg sama seperti yg aku rasakan. Perasaan mencintai dan dicintai dengan aman dan nyaman.

“DAN KAUUUUU ADAAAA, DI ANTARA MILYARAN MAAANUSIAA”

Benar sekali, lirik lanjutan dari Perahu Kertas memang masih terbayang-bayang di kepala, ingin seterusnya dia berada di sana, kasmaran, jatuh cinta, apapun yg kita sebutkan. Semua hal yg mengaitkan dua insan yg sedang dalam keinginan untuk bersama secara terus-menerus, sampai selamanya, sampai kita lupa atau bahkan tidak tau kalau ternyata 1 putaran revolusi Bumi terhadap Matahari, jauh berbeda dengan revolusi yg dimiliki oleh Pluto.
Berada di sana selama seminggu, aku merasakan perubahan pada kedua pipiku. Mereka menjadi lebih kenyal dari sebelumnya, mungkin karena Vivi juga sering menguyel-uyelnya kali ya? Bisa juga karena aku sering tertawa ketika berada di sana. Atau karena aku banyak makan juga di sana? Entahlah, bisa jadi kombinasi dari semua hal yg ku tuliskan di atas.

Kemarin, banyak hal pertama yg aku lakukan di sana. Beberapa hal di antaranya adalah makan seblak. Ya benar, makanan khas barat ini emang baru pertama aku rasakan, kala itu juga kebetulan aku makan yg seblak kering. Kata Vivi sih yg enak itu yg seblak kuah, belom tau juga, karena waktu itu kebetulan tutup mamang seblak kuah, adanya yg seblak kering, jadi yauda mencoba lah aku makan makanan tersebut. Enak juga, menurutku 7/10.
Makanan lain yg aku coba adalah lumpia basah. Untuk makanan yg satu ini, emang aku tidak tau menahu sama sekali, bahkan dengar namanya saja pun baru kala itu juga apalagi bentuknya. Yauda deh ya, langsung pesen juga waktu itu, jadinya setelah tau, gak penasaran juga, dan rasanya juga enak, 7/10 sama seperti seblak biar tidak berantem.
Kali ini permintaan maaf yg tulus kepada seblak dan lumpia basah. Karena aku juga baru pertama kali nyobain cilor, dan omegait omg omaigat ternyata sangat cocok di lidah, bisa dikatakan ya aku mampu untuk makan jajanan ini di tiap hariku, sangat enak dan membuat candu, skornya adalah 9/10.
Kalian pasti penasaran kan apa yg 10/10? Jawabannya sangat gampang padahal. Aku yakin Vivi juga tau skor ini untuk makanan mana. Ya benar, masakan Mama memiliki skor 10/10, rasanya aduh yaowo sangat mantap rasanya ingin terbang menggunakan alam bawah sadar yg tiba-tiba kita turun di antara kebun bunga yg ada di Belanda lalu kembali lagi ke kota Cilegon dengan mengendarai kereta cepat punya Jepang dan lalu makan sayur oyong bikinan Mama. Uwauw, sangat susah untuk dijelaskan.

photo_2019-10-20_14-18-44.jpg

Foto di atas bukan karena hasil makan sayur oyong ya, itu karena kami abis nyobain menu baru Richeese yg black. Nah untuk yg Richeese beserta keseruannya, akan diceritakan di lain judul hehe.
FYI, sayur oyong kalo di sini namae krai hehe.

Untuk judul selanjutnya, akan berbeda dengan seri sebelumnya yg sudah pernah saya tulis dan mungkin saja kalian pernah baca atau belum sama sekali, untuk yg satu ini, saya lebih menekankan kepada momen yg terjadi, bukan urut seperti kejadian yg pernah dilakukan yg seperti cerita yg saya sampaikan sebelum-sebelumnya.

Untuk Vivi, kamu tau aku sayang sekali sama kamu, aku akan dan selalu mengusahakan yg terbaik semampuku agar kamu bahagia dan senang bersama dengan aku, tunggu ya sayang. Aku sayang kamu dan akan selalu seperti itu ❤️

 
2
Kudos
 
2
Kudos

Now read this

Hari di mana aku merasa berguna

Dari kiri ke kanan: Allan, Yahya, Fendy, saya, Aan, Steven, dan Pak Rudi. Hari itu adalah kemarin lusa, tanggal 28 Agustus 2019. Hari ketika aku bertemu dengan teman-temanku di Jakarta. Kebetulan kami bekerja di perusahaan yg sama. Yaitu... Continue →