Royyan Wijaya

Salah satu hal keren yg sudah ku pamerkan ke kalian

Read this first

Menunggu hujan sama halnya seperti menunggu air hujan

EIYTI_5XkAMySPW.jpg
Photo by Ajiwandi

Sekitar pukul pagi, saat itu aku sedang tertidur. Terdengar bunyi smartphoneku. Eh bukan terdengar deng, melainkan bergetar, karena aku mensilent hpku sepanjang waktu. Bukan apa-apa, melainkan karena notif dari grup teman-teman jahanamku pasti sangat berisik. Tapi akhir-akhir ini sering sunyi. Mungkin karena pada sibuk mendiamkan diri. Oiya, kala itu hpku bergetar ketika pagi tak lain karena pacarku yg sangat cantik Vivi menelponku, membangunkanku, kangen katanya. Akupun begitu, tapi aku juga mengantuk, alhasil akupun tertidur lagi.

Sekitar pukul 11 pagi, aku terbangun, Melihat ke luar pintu dan melihat lantai yg basah, langsung saja dalam hati “Alhamdulillah, hujan juga kamu ya”. Tapi tetap aku tidak menyaksikannya secara langsung. Tapi aku yakin nanti suatu saat akan melihatnya langsung bahkan bisa menadahkan tanganku di antara air-air yg jatuh tersebut...

Continue reading →


Pagi adalah saat di mana matahari bersinar dan semangat dibagi menjadi tiga

photo-1572076679526-4ca3eeab1e75.jpg

Sekitar pukul 6 pagi, terbangun dari tidur untuk mematikan alarm yg nantinya akan berbunyi lagi di jam 7,8,9, dan 9:15. Dan itu adalah waktu terakhir untukku agar bisa terbangun dari kasur yg sudah sejak malam hari. Memang tak dipungkiri bahwa aku memasang alarm di tiap jam hanya untuk memastikan nantinya aku tidak terkaget ketika aku bangun di pukul 9:15 pagi.

Saat itu juga, ketika aku terbangun, langsung melihat notif smartphone yg berada tepat di sampingku. Notif pertama yg kubuka tentu saja dari pacarku, Vivi. Selanjutnya, notif grup dari teman-teman jahanamku. Lalu, di susul melihat sebagian notif email yg masuk. Barulah setelah itu, aku mulai melakukan aktifitas manusia modern pada umumnya, yaitu mandi.

Mandi adalah salah satu ritual di mana menghilangkan belek yg ada di mata beserta pikiran malas yg bersarang di dalam kepala. Sikat gigi pun tak luput membantuku menyegarkan...

Continue reading →


Seminggu bersama kata bahagia

photo-1498673394965-85cb14905c89.jpeg

“KU BAAAAAAHAAAGIAAA, KAU TELAH TERLAHIR DI DUUUUUNIAAAAA”

Diawali dengan lirik lagu dari mbak Maudy Ayunda dengan Perahu Kertasnya, aku pun langsung seketika bersemangat, semua pikiran berat seperti traktor proyek, tulisan rumit pada terms & conditions di social media, pun segera menyingkir dari sudut-sudut yg ada di kepalaku.

Baru saja kemarin, aku pulang ke Surabaya. Kunjungan ke tempat Vivi merupakan salah satu dari sekian hal yg bisa membuatku merasa lega, merasa senang beserta senyum yg tak lepas menghiasi wajahku yg bunder ini.
Seminggu di sana, bisa dikatakan kurang ya kurang terus sih ya, karena yg namanya bahagia juga siapa orang di dunia ini yg gak mau merasakannya? Apalagi secara konsisten terus menerus?
Seperti kebanyakan manusia dewasa pada umumnya, karakter Squidward memang terlihat sangat relate dengan kehidupan yg dijalani saat ini. Sedikit antusiasnya, banyak...

Continue reading →


Dari sana

photo-1512238701577-f182d9ef8af7.jpg

Sebuah pesan singkat kepada kekasihku, aku mau bilang bahwa,

Malam ini, bulan sedang bergerak menuju barat, semoga dia menyapa kamu.
Tapi tenang saja, aku lebih cepat dalam hal itu.
Seperti yg kamu tau, aku selalu terdepan, memberi kabar, membuka obrolan, hingga memasak lauk yg akan kita makan.
Hey, kamu lupa? Aku pernah menggorengnya sekali waktu itu di rumahmu, kamu yg cuman tersenyum dan ketawa dengan tingkahku kala itu.

Sekarang, kamu udah ingat bukan? Sama-sama sayangku, memang tugasku untuk mengingatkan, juga menyayangimu.
Membuatmu tersenyum merupakan hal yg wajib bagiku, kalo kata orang arab, Fardlu Ain namanya.
Mengenai senyum, aku tau, sejak paragraf tentang lauk, kamu sudah tersenyum sedikit, lalu sekarang tersenyum lagi karena kuingatkan.
Tidak apa, aku senang mendengarnya, aku bukan peramal, atau bahkan dukun.

Karena mudah sekali mengetahui apa yg sedang kamu rasakan...

Continue reading →


Bagaimana rasanya memiliki wajah seperti ayam geprek, tetapi pacarmu sangat cantik sekali

Screenshot_65.jpg

Bagaikan langit, di sore hari. Berwarna biru, sebiru hatiquh. Aaa kya. Kalimat sebelumnya merupakan salah satu dari sekian banyak kalimat yg dipakai untuk mengungkapkan rasa suka atau kegemasan terhadap sesuatu. Salah satunya adalah hidupku kali ini yg akan kuceritakan pada kalian. Jadi, mari simak baik-baik, atau sambil telponan juga boleh, sambil makan nasi goreng juga boleh, atau minum es jeruk tanpa purut juga boleh. Apapun itu, terserah kalian hehe.

Seperti judul di atas, kali ini saya menceritakan bagaimana rasanya judul di atas. Saat itu, kurang tau pasti tanggalnya berapa yg pasti ketika Vivi sudah mulai mengutarakan rasanya padaku, uhuy ciye. Nah saat itu juga saya merasa, apakah ini benar? Tidakkah ini sebuah keajaiban? Karena saya juga menyadari dan merasa insecure pada apa yg ada diri saya, khususnya perihal penampilan fisik.

Dari yg tadinya PD ketika PDKT, mendadak...

Continue reading →


Setelah pergi, nyesek adalah kata yg berada tepat satu level di bawahnya

photo-1485842612006-6c50e8bf2576.jpeg

Hal ini bermula barusan saja, ketika aku kembali ke kota kelahiranku, Surabaya. Tempat di mana aku mengenal dan sangat menyukai rujak cingur. Kenapa aku bisa kembali? Ya, karena aku telah melakukan perjalanan ke ibukota untuk urusan pekerjaan. Lalu setelahnya, aku ke Cilegon untuk menemui pacarku, Vivi, wanita yg sangat cantik dan sangat aku cintai.

5 hari di Cilegon, menurutku memiliki perasaan yg sama dengan jam istirahat ketika bekerja. 1 jam di siang hari, terasa sangat singkat, namun sangat berarti. Seperti itulah kira-kira gambaran yg aku rasakan ketika berada di sana. Waktu berlalu begitu cepat, seperti sedang berjalan di lintasan sirkuit F1. Penontonnya adalah waktu. Dan kami berdua yg berada di lintasan.

Ketika pertama kalinya tiba di sana. Perasaan itu muncul, perasaan yg gembira, kangen, degdegan. Mereka selalu datang bersamaan, seperti geng motor yg sedang konvoi. Saat...

Continue reading →


Bermacam-macam komunitas yg ada di dunia Indonesia

photo-1455849318743-b2233052fcff.jpg

Mungkin dari judulnya, sebagian dari kalian akan mengira ini komunitas resmi yg sudah terdaftar atau sudah dimuat di media pada umumnya. Tapi ternyata kalian salah. Karena ini adalah komunitas yg berasal dari sudut pandang saya. Selamat, anda tertipu di paragraf pertama pada tulisan ini.

Pernahkah kalian? Atau bahkan sepertinya ada banyak orang di sini yg secara tidak langsung ikut kedalam komunitas ini. Komunitas pergi ketika batre hp minimal ada di angka 90% ke atas. Komunitas yg sering dan tak akan lupa dengan yg namanya charger ini pasti ketika membuka hp selalu memiliki rasa was-was berlebih ketika membuka layar smartphonenya. Terlebih kalau disekitarnya tidak ada charger dan kebetulan hpnya dalam keadaan boros-borosnya. Mulai dari menutup semua aplikasi dari background, sampai mematikan fitur on location di hp. Cara-cara tersebut memang bisa mengurangi daya boros batre hp. Tapi...

Continue reading →


Subscriber kedua

Pernah gak sih kalian merasa sudah menunggu suatu hal, di suatu tempat. Eh, ternyata kalian salah tempat. Seperti menunggu kedatangan kereta api jurusan Siberia tapi nunggunya di lobi hotel Korea Utara misalnya(?). Oke, buang jauh-jauh pikiran kalian atau bahkan membayangkan contoh yg sudah saya sampaikan sebelumnya. Yg pasti, di tulisan kali ini. Saya mau bercerita tentang apa saja rasa senang yg saya dapat akhir-akhir ini. Salah satunya adalah memiliki 2 subscribers yg mana berarti ada 2 orang yg merelakan inbox emailnya diisi oleh pesan-pesan yg berisi link yg menuju ke tulisanku nantinya. Sangat mengherankan bukan? Tidak juga, karena subscriber newsletter saya yg pertama adalah saya sendiri, dan yg kedua adalah Aldo Picaso, teman yg kuceritakan di sini

Untitled (2).png
Sengaja disensor, biar keliatan profesional. Sebuah seni tentang kesederhanaan, alias cuman mereka yg mau merelakan inboxnya diisi...

Continue reading →


Hari di mana aku merasa berguna

photo_2019-08-29_17-19-01.jpg
Dari kiri ke kanan: Allan, Yahya, Fendy, saya, Aan, Steven, dan Pak Rudi.

Hari itu adalah kemarin lusa, tanggal 28 Agustus 2019. Hari ketika aku bertemu dengan teman-temanku di Jakarta. Kebetulan kami bekerja di perusahaan yg sama. Yaitu di Nubela, perusahaan data yg akan kuceritakan lebih detail nanti di judul lain. Kembali ke kisahku, nah kami ada sekitar 7 orang di dalam tim dev, tim yg berisikan Programmer dan Designer ini tergolong tim kecil, tapi memiliki dampak yg besar. Salah satu dampak besar yg kami lakukan adalah menghabiskan makanan yg sudah kami pesan di restoran Shaburi yg berada di dalam Mall of Indonesia. Nah, karena kebetulan sistem mereka ini adalah all you can eat. Jadi, sebanyak apapun makanan yg kami makan, pasti akan ada makanan baru lain di sana, alias gak abis-abis sampe tutup. Setidaknya, kami pun tidak menyerah secepat itu. Sekitar 2-3 jam waktu yg kami...

Continue reading →


Pertarungan abadi Martabak Manis vs Terang Bulan

Tidak tau kapan dan tahun berapa perselisihan di antara kedua kubu ini dimulai. Entah sejak jaman Genghis Khan masih dikejar-kejar oleh Targutai atau baru dimulai semenjak Wright bersaudara berhasil menerbangkan pesawat pertama mereka? Entahlah, yg pasti, pertarungan ini sangat seru untuk diamati. Bahkan apabila terjun langsung ke lapangan. Kalian akan menemukan perselisihan tiada akhir yg sangat seru sekali.

Sebelom lanjut lebih jauh lagi, perlu kalian tahu bahwa saya sebelumnya berada di pihak Terang Bulan. Ya bagaimana tidak, sejak lahir di sini ketika beli makanan tersebut namanya Terang Bulan, di semua pedagang yg ada di Surabaya. Dan ketika sudah dewasa, ketika sudah gumbul dengan manusia lain, saya menjadi tau bahwa di belahan bumi lain ada orang yg menyebut Terang Bulan dengan sebutan Martabak Manis. Terdengar aneh kataku waktu itu. Tapi sekarang mulai bergeser. Ku mulai berada...

Continue reading →